Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the social-comments domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php on line 6170

Warning: Undefined array key 0 in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/plugin.php on line 1012

Warning: Undefined array key 0 in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/plugin.php on line 1015

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wptouch-pro domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain graphene dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rohq4788/public_html/web/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/multiple-domain/MultipleDomain.php on line 497
Berpikir Kritis – .::Pengetahuan adalah Ilmu::.
Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Warning: Undefined variable $app_id in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 422

Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Berpikir Kritis


Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Berpikir kritis menurut Ennis (Suryati dkk, 2008:31) yaitu: berpikir kritis merupakan subuah proses yang bertujuan untuk mebuat keputusan yangmasuk akal mengenai apa yang kita percayai dan apa yang kita kerjakan. Berpikir kritis merupakan salah satu tahapan berpikir tinggi. (Sugianto, 2009:38) mengategorikan proses berpikir kompleks atau berpikir kritis tingkat tinggi dalm empat kelompok yang meliputi pemecahan masalah (problem solving),  pengambilan keputusan (desicion making),  berpikir kritis (critical thingking). Berpikir kritis diperlukan dalam kehidupan karena dalam kehidupan bermasyarakat, manusia selalu dihadapkan pada permasalahan yang memerlukan pemecahan. Untuk memecahkan suatu permasalahan tentu diperlukan data-data agar dapat dibuat keputusan yang logis, dan untuk membuat suatu keputusan yang tepat, diperlukan kemampuan berpikir kritis yang baik.

Karena begitu pentingnya, berpikir kritis pada umumnya dianggap sebagai tujuan utama dalam pembelajaran. Selain itu berpikir kritis memainkan peran yang penting dalam banyak macam pekerjaan, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan berpikir analitis Watsson dan Glaser (dalam Yulianto,2009:3).

Menurut Krulik dan Rudnick (dalam Trianto, 2007:85) penalaran meliputi berpikir dasar (basic thingking), berpikir kritis (critical thingking), dan berpikir kreatif (creative thingking). Terdapat delapan buah penelitian yang dapat dihubungkan dengan berpikir kritis, yaitu menguji, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek dari sebuah situasi atau masalah, mengumpulkan atau mengorganisasikan informasi, memvalidasi, dan menganalisis informasi, mengingat dan menganalisis informasi, menentukan masuk akal tidaknya sebuah jawaban, menarik kesimpulan yang valid, memiliki sifat analitis dan refleksif.

Bebrapa kemampuan yang dikaitkan dengan konsep berpikir kritis adaalh kemampuan-kemampuan untuk memahami masalah, memahami asumsi-asumsi, merumuskan dan menyeleksi hipotesis yang relavan, serta menarik kesimpulan yang valid dan menentukan kevalitan dari kesimpulan menurut Dressal dan Mayhew.

Dari pendapat para ahli seperti yang telah diutarakan diatas dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan bagian dari penalaran.

Meskipun semua pendapat diatas berbeda, namun pada hakikatnya mmiliki kesamaan pada aspek mengumpulkan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Dengan demikian agar para siswa tidak salah waktu membuat keputsan dalam hidupnya, mereka perlu memilikikemempuan berpikir yang baik.dari uraian diatas tampak bahwa berpikir kritis berkaitan erat dengan argumen, karena argumen sendiri adaalh serangkaian pernyataan yang mengandung pernyataan penarik kesimpulan. Seperti diketahui, kesimpulan biasanya ditarik berdasarkan pernyataan-pernyataan yang diberikan sebelumnya atau yang disebut premis. Hal ini sesuai dengan pendapat Ennis (dalam Trianto, 2007:156) yang secara singkat menyatakan bahwa terdapat enam unsur dasar dalam berpikir kritis, yaitu :

  1. Fokus (focus), langkah awal dari berpikir kritis adalah mengidentifikasi masalah dengan baik. Permasalahan yang menjadi fokus bisa terdapat dalam kesimpulan sebuah argumen.
  2. Alasan (reason), apakah alasan-alasan yang diberikan logis atau tidak untuk disimpulkan seperti yang tercantum dalam dalam fokus.
  3. Kesimpulan (inference), jika alasannya tepat, apakah alasan itu cukup untuk sampai pada kesimpulan yang diiberikan.
  4. Situasi (situation), mencocokan dengan situasi yang sebenarnya.
  5. Kejelasan (clarity) harus ada kejelasan mengenai istilah-istilah yang dipakai dalam argumen tersebut sehingga tidak terjadi kesalahan dalm membuat kesimpulan.
  6. Tinjau ulang (overview), artinya kita perlu mencek apa yang sudah ditemukan, diputuskan, diperhatikan, dipelajarri dan disimpulkan.

Adapun indikator berpikir kritis menurut pendapat Ennis  yang secara singkat menyatakan bahwa terdapat lima indikator keterampilan berpikir kritis, yaitu: Memberi kan penjelasan secara sederhana (Elemtary Clarification),  Membangun keterampilan dasar (Basic Support),Membuat interferensi (inferring), Membuat penjelasan lebih lanjut (advanced clarification), dan Mengatur strategi dan taktik (strategies and tactics). Adapun kelima indikator keterampilan berpikir kritis ini diuraikan pada tabel sebagai berikut :

No Keterampilan berpikir kritis Sub keterampilan berpikir kritis
1. Memberikan penjelasan sederhaan (elementary clarification) 1.    Memfokuskan pertanyaan

2.    Menganalisis argumen

3.    Bertanya dan menjawab pertanyaan klarifikasi dan pertanyaan yang menantang.

2. Membangun keterampilan dasar  (basic support) 1.    Mempertimbang kan kredibilitas (kriteria suatu sumber).

2.    Mengobservasi dan mempertimbang kan hasil observasi.

3. Menyimpulkan (interference) 1.    Membuat deduksi dan mempertimbang kan hasil deduksi.

2.    Membuat induksi dan mempertimbangkan hasil induksi.

3.    Membuatdan mempertimbangkan keputusan

4. Membuat penjelasan lebih lanjut (advanced clarification) 1.    Mendefinisikan istilah, mempertimbangkan definisi

2.    Mengidentifikasi asumsi

5. Strategi dan taktik (strategies and tactics) 1.    Memutuskan suatu tindakan,

2.    Berinteraksi dengan orang lain.


Warning: Trying to access array offset on null in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/really-simple-facebook-twitter-share-buttons.php on line 318

Deprecated: Creation of dynamic property SocialComments::$modLink is deprecated in /home/rohq4788/public_html/web/wp-content/plugins/social-comments/plugin.php on line 241

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Translate »